Rabu, 04 Juli 2012

buku pengetahuan


buku pengetahuan

Judul: Pantai dan Kehidupannya
Pengarang: Edy Karsono
Penerbit: PT. INDAHJAYA Adipratama
Tahun terbit: Cetakan I tahun 1996Cetakan V tahun 2003
Kota terbit: Bandung
Jumlah halaman: 64


Edy Karsono ialah pengarang dari buku berjudul Pantai dan Kehidupannyayang mengungkapkan bahwa pantai itu manfaatnya bukan hanya sebagai tempat berekreasi, banyak sekali manfaat-manfaat pantai yang sangat penting bagimanusia. Contohnya saja dalam bidang ekonomi, pantai sangat bermanfaat bagi penduduk sekitarnya untuk mencarinafkah sebagai nelayan. Selain sebagai mata pencaharian, pantai juga banyak sekali makhluk hidup yang hidup di sana yangmemilki berbagai manfaat yang beragam. Misalnya burung-burung laut yang bisadiambil telur dan dagingnya. Siput, udang, lokan, tiram, dan remis untuk dimakanatau dijual ke pasar. Anjing laut yang bisa dimanfaatkan dagingnya untuk dimakandan bulunya untuk bahan pakaian orang-orang kaya di kota-kota besar.Buku ini juga bukan hanya sekedar menjelaskan manfaat-manfaat pantaisaja, melainkan buku ini juga menjelaskan tentang bagaimana sejarahnya pantai,apa saja bencana yang dapat terjadi di pantai, mengapa pantai harus dijaga kelestariannya, dan juga contoh-contoh  negara yang  menyalahgunakan  pantai

sehingga menyebabkan pantai dan makhluk hidup di sekitarnya menjadi terganggu.Selain itu pula, buku ini juga menceritakan berbagai macam hewan dan tumbuhanyang hidup di pantai, mulai dari kebiasaannya, caranya hidup dan mencari makan,caranya menghindari pemangsanya, dan lain-lain hal yang dapat kalian pelajaridari buku ini.Buku ini juga menjelaskan dalam bentuk kalimat yang tidak terlalu rumitsehingga mudah dipahami oleh pembacanya. Walaupun disajikan dalam kalimatsimpel yang sederhana, buku ini tidak menyajikan gambar-gambar berwarnamelainkan hitam-putih saja namun relevan dengan topik yang dibicarakan dancukup memberi gambaran informasi yang jelas. Itulah yang menyebabkan buku initerasa sedikit membosankan, namun sangat berguna bagi kita. 

(+)- Informatif, lengkap, dan logis 
- Menggunakan kalimat yang sederhana sehingga memudahkan yang membacanya 
- Terdapat gambar yang relevan 
(-)- Desainnya tidak menarik  
- Gambar yang disajikan tidak berwarna

sumber : google.com

resensi novel the twilight saga new moon - dua cinta

Judul                 : The twilight saga new moon- dua cinta
Penulis              : Stephanie H.Meyer
Penerbit            : gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit    : November- 2009
Jumlah halaman : 600
Kategori           : Romance

Sinopsis buku :  
apa yang akan dilakukan Bella jika ia dihadapkan pada dua pilihan? Ketika cinta yang disodorkan padanya sama-sama dalam... dan terlarang? Yang satu napasnya. Yang satu mataharinya. Mungkinkah ia memilih keduanya? Atau belajar mencintai dari awal lagi? Tak mungkin seorang perempuan memiliki dua pasangan jiwa. Ya, kan? Karena itu ia harus memilih satu, atau membiarkan takdir memilihkan untuknya...

Jacob Black muncul dalam hidup Bella yang berantakan dan menawarkan sebentuk cinta yang lain. Ia membuat Bella tertawa dan mengenal segala sesuatu tentang Bella tanpa Bella perlu mengatakannya. Ia ada kapan pun Bella membutuhkannya, meskipun jauh di dalam hati ia tahu, dan mengerti, Bella masih teramat mencintai Edward. Lalu tiba-tiba Jacob menghilang dari kehidupan Bella.Dan kali ini Bella tak akan tinggal diam. Tidak kali ini, ketika kebahagiaan nyaris jadi miliknya lagi.

keunggulan novel : 
Novel romance yang sangat berbeda dengan nevel-novel romance lainnya. Karena novel ini menyajikan kisah dua laki-laki, dua cinta dan dua pilihan antara vampire dan werewolf yang jatuh cinta pada bella swan.

Kelemahan novel :
Kisah yang disajikan dalam novel kurang detail sehingga sebagian pembaca mungkin ada bingung dengan jalan cerita novel.

saran :
semoga dalam novel selanjutnya untuk lebih detail sehingga lebih mengerti dalam memahami jalan ceritanya.

Nama    : Bagus Sedayu
NPM     : 13109695
Kelas    : 3 ka 18



sumber : google.com

Selasa, 29 Mei 2012

ikhtisar


Judul: Asiknya Belajar Tentang Air
Penerbit edisi bahasa Indonesia: Bhuana Ilmu Populer, Jakarta, 2008
Penerjemah: C. Krismariana W

Mengasyikkan sekali membaca buku ini. Isinya adalah pembelajaran tentang air. Walaupun isinya pembelajaran, buku ini tidak membosankan. Tidak seperti buku-buku pelajaran di sekolah deh. Di sini materi belajar dikemas dalam bentuk cerita; jadi ada tokoh anak-anaknya.
Dalam buku ini, tokohnya ada tiga: Gangsu, Danbi, dan Tetes Air. Danbi dan Gangsu berkenalan dengan Tetes Air ketika air kran mereka macet! Padahal waktu itu Danbi sedang mencuci muka. Lalu bagaimana dong? Setelah diambilkan air oleh Gangsu, mereka kemudian ikut petualangan dengan Tetes Air. Petualangan mereka sangat mengasyikkan. Lewat petualangan itu mereka jadi tahu tentang siklus air, polusi air, peradaban manusia yang berlangsung di dekat mata air atau sungai.
Menurutku, pengemasan ilmu pengetahuan dan cerita dalam buku ini bagus. Karena dikemas dalam bentuk cerita dan disertai gambar-gambar yang bagus, anak-anak jadi lebih mudah memahami tentang air

Sumber: google.com

kalimat deduktif dan induktif

paragraf deduktif
 inti kalimat utamanya terdapat pada awal paragraf
contoh :
Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengancara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir  Nasional.


paragraf induktif
merupakan sebuah paragraf yang dimana gagasan utamanya di akhir paragrafnya.
contoh:

Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalaubelajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di bukukumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari dibuku.



sumber : google.com



Sabtu, 12 November 2011

aku mau


Aku Mau…

Kau boleh acuhkan diriku
Dan anggap aku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
Kepadamu dirimu…

Kuyakin pasti suatu saat nanti
Semua kan terjadi
Kau akan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku selamanya

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Dan tidak akan melepasmu
Aku bersedia bahagiakanmu
Apapun yang terjadi
Kujanjikan aku ada untukmu

KUTIPAN DAN DAFTAR PUSTAKA


A. Kutipan


1. Pengertian Kutipan
Kutipan adalah pengambilanalihan satuklimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri.
Kutipan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah.Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum,hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum.jadi,pendapat pribadi tidk perlu dimasukkan sebagai kutipan.

2. Prinsip Mengutip
1. Pengutip tahu bahwa dalam kalimat itu ada kata yang salah, namun pengutip tidak
boleh memperbaikinya.
2. Dalam kutipan diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa
penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna.
Caranya :
1) Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi.
2) Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai margin kanan).

3. Jenis Kutipan
a. Kutipan langsung
Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah
Contoh :
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).
b. Kutipan tidak langsung
Kutipan tidak langsung adalah jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.
Contoh :
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.


4. Teknik Mengutip
1. Kutipan langsung
1) yang tidak lebih dari empat baris :
a) kutipan diintegrasikan dengan teks
b) jarak antar baris kutipan dua spasi
c) kutipan diapit dengan tanda kutip
d) sudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil.
2) yang lebih dari empat baris :
a) kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
b) jarak antar kutipan satu spasi
c) kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
d) kutipan diapit oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.
e) di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1)

2. Kutipan tak langsung
1) kutipan diintegrasikan dengan teks
2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap
3) kutipan tidak diapit tanda kutip
4) sesudah selesai diberi sumber kutipan

3. Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

4. Kutipan atas ucapan lisan
Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.

5. Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.
Dalam hal ini dapat ditempuh dua cara :
1) bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tungggal atau tanda kutip ganda.
2) bila kutipan asli memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan mempergunakan tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.

f. Kutipan langsung dalam materi
Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hinggga perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
Contoh :
“Jelas,” kata Prof. Haryati, ”kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”



B. Daftar Pustaka


1. Unsur – Unsur daftar Pustaka
a. Penulis. Mencakup penulis utama, pendamping (bila ada) dan editor (bila ada). Nama penulis umumnya terdiri dari 3 bagian : nama sendiri (given name), nama tengah (middle name), nama keluarga (family name). Cara penulisannya dalam daftar pustaka adalah dengan menyebutkan nama keluarga terlebih dahulu.
b. Judul. Ditulis secara lengkap, dengan nomor edisi bila ada.
c. Fakta-fakta penerbitan. Mencakup kota tempat penerbitan buku itu, nama enerbit dan tahun penerbitan.

2. Fungsi Daftar Pustaka
- Untuk memberikan informasi bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasil pemikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain.
- Untuk memberikan informasi selengkapnya tentang sumber kutipan sehingga dapat ditelusuri bila perlu.
- Apabila pembaca berkehendak mendalami lebih jauh pernyataan yang dikutip, dapat membaca sendiri referensi yang menjadi sumber kutipan.

3. Sumber informasi
- Sumber informasi yang ditulis adalah sumber yang relevan yang dibaca, diacu dalam penelitian/laporan.
- Tidak semua sumber informasi mempunyai dasar ilmiah yang dapat diandalkan dan dipercaya.
- Sebaiknya sumber informasi yang dipakai adalah sumber primer, bukan sekunder.
- Jika sumber primer tidak berhasil didapatkan, sumber sekunder dapat digunakan. Penulisannya sbb : Menurut penulis1 1990 dalam penulis2 1995, pernyataan.
- Usahakan selalu menggunakan sumber yang terbaru.

4. Penyusunan Daftar Pustaka
Penyusunan daftar pustaka dan penunjukannya pada naskah mengikuti salah satu
dari tiga sistem berikut :
a. Nama dan Tahun (Name and Year System). Daftar pustaka disusun secara abjad berdasarkan nama akhir penulis dan tidak dinomori. Penunjukan pada naskah dengan nama akhir penulis diikuti tahun penerbitan.
b. Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet-Number System). Pada sistem ini cara penunjukannya dalam naskah adalah dengan memberikan nomor sesuai dengan nomor pada daftar pustaka yang disusun sesuai abjad.
c. Sistem Nomor (Citation Number System). Kutipan pada naskah diberi nomor berurutan dan susunan daftar pustaka mengikuti urutan seperti tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad.

5. Teknik Penulisan
Cara Penulisan Daftar Pustaka Textbook (1)
1. Penulis perorangan : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garisbawahi), edisi dan volume, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.
2. Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul karangan . Bab diikuti kata “dalam” atau “in”, judul buku (cetak miring atau garisbawahi), nama editor, edisi, nama penerbit, tempat penerbit (kota)


Cara Penulisan Daftar Pustaka Textbook (2)
1. Buku yang ditulis/dibuat oleh lembaga : nama lembaga, tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garisbawahi), edisi dan volume, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.
2. Buku terjemahan : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garisbawahi), penerjemah, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.
Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal dan Disertasi/Tesis (1)
1. Artikel yang disusun oleh penulis : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul artikel, nama majalah/jurnal (cetak miring atau garisbawahi), volume majalah/jurnal diikuti tanda “:”, halaman yang dibaca.
2. Artikel yang disusun oleh lembaga : nama lembaga, tahun terbit, judul artikel, nama majalah/jurnal (cetak miring atau garisbawahi), volume majalah/jurnal diikuti tanda “:”, halaman yang dibaca.


Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal dan Disertasi/Tesis (2)
1. Kelompok makalah yang dipresentasikan dalam seminar/konferensi/simposium : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah, nama forum penyajian (cetak miring atau garisbawahi), kota, bulan dan tanggal penyajian.
2. Kelompok disertasi/tesis : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul disertasi/thesis (ceta miring atau garisbawahi), tempat penerbitan (kota),universitas, kata “disertasi” atau “tesis”.


Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet
1. Kelompok makalah / informasi dari Internet (apabila ada nama penulis) : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat Internet.
2. Kelompok makalah / informasi dari Internet (apabila tidak ada nama penulis) : nama lembaga yang menulis, tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat Internet.
Contoh penulisan dari penjelasan diatas :
a. Jika acuan berupa buku maka format penulisan sebagai berikut:
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.
Contoh:
Rusli, H.(1991). Kewajiban-kewajiban Perusahaan di Indonesia. Huperindo, Jakarta.
Lasmana, E.(1992). Sistem Perpajakan di Indonesia, jilid-1. Prima Kampus Grafika, Jakarta.
Marsius, J.(1991). Perilaku Harga Jasa Dokter di Kodya Palembang. Skripsi S1. Universitas Sriwijaya, Palembang.
Cushing,B.E.(1991). Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Perusahaan, edisi ke-3. Terjemahan Kosasih,R.Erlangga,Jakarta.

b. Jika acuan berupa artikel di dalam buku, maka format penulisan sebagai berikut
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Artikel dalam Nama_Editor(ed.) Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.
Contoh:
Hedley, C.(1971). Reading dan Language Difficultiesm dalam Wilson, J.A.R.(ed.) Diagnosis of Learning Difficulties, pp135-156. McGraw-Hill, New-York.

c. Acuan berupa artikel di dalam majalah, format penulisannya
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Artikel. Judul_Majalah, volume (nomor), halaman.
Contoh:
(1983). Issues in education today. Journal of Community Studies. Vol 6(10), pp2-4.
Widodo, J.(1993). Analisis kestabilan sistem. Jayabina, 1(1),pp16-36.

d. Referensi dari internet
Nama_penulis, thn_edit, judul_artikel, alamat_situs
Keterangan:
Nama_Pengarang, Nama_Editor
Tulis dengan huruf tegak. Tulis nama keluarga diikuti dengan inisial nama diri.
Contoh: Kurniawan, O., Marsius, J. dan Halim, F.A. ….
Kalau nama pengarang tidak ada, ditulis Anonim atau Anonymous, dst

Tahun_Publikasi
Tulis di dalam tanda kurung, akhiri dengan tanda titik. Isi dengan angka tahun publikasi. Ada ditemui suatu publikasi yang selalu dicetak ulang walaupun edisinya sama. Untuk kasus ini yang ditulis adalah tahun publikasi pertama kali muncul dan bukan tahun cetak terakhir.
Judul_Buku, Judul_majalah, Judul_Artikel
Judul buku : huruf miring, huruf kecil.
Judul artikel : huruf tegak, huruf kecil.
Judul majalah/jurnal : huruf miring, huruf besar-kecil.

Seri
Merupakan nomor edisi atau nomor jilid.

Volume
Merupakan nomor volume

Nomor
Merupakan nomor urut terbitan di dalam tiap volume majalah atau jurnal umumnya dicirikan dengan nomor terbitan, volume dan tahun.

Halaman
Kalau hanya satu halaman, format: pnn. nn adalah nomor halaman. Kalau lebih dari satu halaman, format:
ppna-ppnb. na: nomor awal. nb: nomor akhir.

Penerbit
Merupakan nama penerbit. Hati-hati, jangan rancu dengan nama pencetak.

Kota
Merupakan kota tempat penerbit. Jika ada lebih dari satu nama, pilih yang pertama tertulis.
Contoh: Gombong, Jawa Tengah
Englewood Cliffs, N.J.

Selasa, 08 November 2011

INILAH SAYA


INILAH SAYA

                Nama saya adalah Bagus Sedayu, saya anak ke tiga dari tiga bersaudara. Saya mempunyai dua kakak perempuan. Saya lahir dijakarta pada tanggal 11 febuari 1991. Saya kalau di rumah dipanggil Dayu tetapi kalau disekolah atau dikampus banyak yang memanggil saya memakai nama depan saya yaitu Bagus. Saya mempunyai banyak teman karena tidak memilih teman untuk bergaul menurut saya sama saja. Ada teman saya yang pemakai narkoba, pemain balapan liar dan teman yang biasa-biasa saja.
                Banyak orang yang menilai saya lucu, ceria, dan tidak pemarah. Padahal saya ini orangnya mudah tersinggung dan tidak gampang memaafkan orang apabila orang tersebut menjelekkan saya. Walaupun saya mudah tersinggung, tapi saya sering menahan diri apabila ada orang yang menjelekkan saya karena saya pikir apabila saya marah- marah sama dia tidak ada gunanya. saya juga orangnya menggampangkan sesuatu atau selalu dibawa santai dan tidak dibawa pusing apabila ada masalah pada diri saya.